cara menggunakan BPJS Kesehatan
Ilustrasi:shutterstock

Cara Pakai BPJS Kesehatan untuk berobat, Ini Langkahnya

Cara atau tips untuk berobat dengan menggunakan BPJS Kesehatan pada kenyataannya tidak serumit yang kita pikirkan. Walaupun begitu, masih ada tahap-tahap yang harus kita lakukan.

Tahapannya kita mulai dari mengunjungi fasilitas kesehatan (faskes) pada tingkat pertama, kita harus menunjukan kartu BPJS pada saat akan berobat ke rumah sakit, hingga sampai mendapatkan pelayanan kesehatan dari dokter.

Berobat dengan memakai BPJS Kesehatan ternyata masih banyak yang bertanya-tanya. Para peserta tentang program jaminan kesehatan nasional (JKN). Karena, bayangan yang muncul dipikiran para peserta selama ini pastinya berisi birokrasi yang membuat susah.

Selama ini, masih banyak sekali pasien maupun dari instansi yang terkait harus bolak-balik ke rumah sakit supaya bisa peroleh manfaat dari BPJS Kesehatan. Agar kejadian ini tidak terjadi pada kamu, untuk itu kamu harus mengerti tahapan berobat dengan BPJS.

Memang sih, tidak semua orang yang berobat dengan menggunakan langkah yang sama. Karena proses seperti itu, dipengaruhi dari banyak hal, misalnya mempunyai penyakit yang sangat parah, lokasi fasilitas, sampai dengan rutinnya peserta BPJS untuk membayar iuran bulanan.

Cara dan Langkah memakai layanan BPJS Kesehatan untuk berobat

Jika ingin bisa memperoleh layanan BPJS Kesehatan. Yang pertama kamu harus mengerti dulu yaitu tentang pembayaran iuran BPJS setiap bulannya. Kalau misal masih terdapat tunggakan iuran BPJS, maka proses untuk mendapatkan pelayanan BPSJ tentunya akan berbeda.

Apabila sudah memenuhi kewajiban membayar iuran BPJS. Berikut ini merupakan uratan tata cara untuk penggunaan BPJS Kesehatan yang bisa kamu ikuti :

1. Lihat atau cek dulu fasilitas kesehatan tingkat pertama

Pada saat pendaftaran sebagai peserta JKN dari BPJS Kesehatan. Kamu sudah pasti untuk memilih fasilitas kesehatan tingkat pertama (faskes I). Fasilitas yang disediakan bisa berupa puskesmas, klinik, praktik dokter pribadi, maupun rumah sakit.

Fasilitas seperti ini yang kamu perlu kunjungi untuk pertama kali jika ingin berobat memakai pelayanan BPJS Kesehatan. Karena BPJS sistemnya menggunakan rujukan yang berjenjang.

Layanan BPJS dalam perawatan semuanya akan dimulai di faskes tingkat I dulu, kecuali dalam kondisi tertentu misalkan gawat darurat atau kondisi yang lain. Setelah sudah sampai pada faskes tingkat I.

Baca Juga  Diet dengan Ubi. Apakah Ampuh?

Syarat yang lain untuk berobat memakai BPJS Kesehatan yang perlu kamu lakukan salah satunya yaitu :

  • Menunjukan kartu BPJS Kesehatan
  • Identitas diri
  • Serta status keaktifan sebagai anggota BPJS kepada petugas.

Kartu BPJS Kesehatan yang ditunjukan kepada petugas tidak harus kartu fisik, tetapi bisa juga berupa kartu digital yang terdapat pada aplikasi mobile JKN.

Selanjutnya, berikut ini yaitu tahapan atau langkah yang akan pasien lalui pada saat berobat menggunakan layanan BPJS Kesehatan :

  • Pasien yang sudah menjadi peserta atau terdaftar sebagai anggota di JKN oleh BPJS Kesehatan di faskes tersebut. Kamu bisa langsung mengisi formulir dan menunggu giliran untuk dipanggil.
  • Selanjutnya setelah dipanggil, pasien bisa masuk keruang pemeriksaan.
  • Apabila penyakit sudah bisa ditangani di faskes tingkat I, dokter bisa langsung melakukan tindakan dan memberikan resep obat.
  • Selanjutnya, kalau pasien sudah selesai diperiksa bisa langsung pulang dan dapat menukarkan resep obat yang diberikan dokter di apotek yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Prosedur Pemeriksaan Tambahan

Jika diperlukan melakukan prosedur pemeriksaan tambahan yang lain, misalnya tes laboratorium atau foto rontgen, maka pasien bisa melanjutkan di faskes tersebut. Atau bisa ke instansi lain yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Setelah hasil dari pemerikasaan tambahan sudah keluar, dokter akan kembali mengecek kebutuhan untuk pasien terhadap perawatan selanjutnya di faskes tingkat 1. Atau harus mendapatkan rujukan ke faskes tingkat di atasnya.

Apabila bisa ditangani pada faskes tingkat I, pasien bisa langsung pulang. Tetapi, bila pasien beringin memerlukan perawatan lebih lanjut dengan spesialis, maka faskes tingkat I dapat menerbitkan surat rujukan untuk kamu yang bisa digunakan pada saat pemeriksaan di faskes tingkat lanjutan.

Sebelum kamu berobat menggunakan layanan BPSJ Kesehatan, harus kamu pastikan terlebih dahulu semua persyaratannya supaya prosedur atau proses berjalan dengan lancar.

2. Cara pakai BPJS Kesehatan tingkat lanjutan

Supaya kamu bisa mendapatkan layanan di faskes tingkat lanjutan, kamu tidak bisa langsung datang tanpa membawa surat rujukan dari tingkat sebelumnya, kecuali dalam kondisi yang darurat.

Faskes yang berada di tingkat lanjutan yakni klinik utama, rumah sakit umum dan rumah sakit khusus baik yang dimiliki swasta maupun pemerintah.

Berikut ini adalah tahapan cara untuk berobat dengan menggunakan layanan BPJS Kesehatan di faskes tingkat lanjutan untuk pasien rawat jalan.

  • Pertama peserta BPJS membawa kartu peserta dan dilengkapi dengan surat rujukan dari faskes tingkat I, kemudian melakukan pendaftaran difaskes terkait.
  • Setelah itu petugas mengecek semua kelengkapan berkas dan membuat Surat Elibilitas Peserta (SEP). Kemudian petugas BPJS Kesehatan akan melegalisir surat tersebut.
  • Kalau peserta sudah mempunyai SEP yang sudah dilegalisir, maka peserta bisa langsung mendapatkan pemeriksaan, perawatan, ataupun obat yang dibutuhkan.
  • Setelah dirawat, pasien akan mendapatkan surat bukti layanan dari faskes tersebut.
  • Pasien dalam kondisi sudah stabil akan dirujuk kembali ke faskes tingkat I dengan mendapatkan surat rujukan dari dokter spesialis atau yang menanganinya.
  • Apabila pasien masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan di poli yang lain, maka dokter atau petugas akan memberikan surat rujukan internal untuk kamu bawa ke poli selanjutnya.
  • Jika pasien masih memerlukan pemeriksaan lanjutan di faskes tambahan, maka dokter atau petugas rumah sakit akan membuat surat rujukan eksternal untuk kamu ke faskes selanjutnya.
Baca Juga  Manfaat dari Alpukat untuk Kolesterol yang Menguntungkan

Jika pasien masih membutukan pemeriksaan lanjutan pada poli yang sama dan faskes lanjutan yang sama, maka dokter spesialis akan membuatkan surat keterangan yang menyatakan kalau pasien masih dalam perawatan.

Apabila dokter spesialis tidak memberikan surat keterangan atau surat rujukan akan balik ke faskes tingkat I, maka pada kunjungan selanjutnya, pasien harus membawa surat rujukan yang baru dari faskes tingkat I.

Tahapan Penggunaan BPJS pada saat kondisi  gawat darurat

Sebagian orang masih banyak yang bertanya-tanya. Apakah berobat dengan memakai BPJS Kesehatan tetapi tidak sesuai dengan faskes dalam situasi darurat?

Untuk pasien yang sedang mengalami kondisi gawat darurat, maka tahap-tahap yang diatas tidak perlu anda lakukan sebelum memperoleh perawatan.

Menurut Ketentuan BPJS Kesehatan, jika peserta BPJS sedang keadaan darurat harus langsung memperoleh pelayanan pada setiap fasilitas. Baik itu yang bekerja sama dengan BPJS ataupun yang tidak.

Apabila peserta atau pasien gawat darurat di faskes belum bekerja sama dengan BPJS, maka akan dirujuk ke faskes yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Rujukan akan diberikan kepada pasien gawat darurat setelah kondisinya sudah stabil untuk dipindahkan.

Kemudian, biaya untuk perawatan pasien gawat darurat tersebut akan ditagihkan ke faskes secara langsung ke BPJS Kesehatan bukan ke pasien BPJS.

Ingat, walaupun kamu tidak sedang mengalami gawat darurat medis, kamu tetap dapat perawatan dengan BPJS Kesehatan tidak sesuai faskes. Hal seperti ini biasanya terjadi pada saat kamu sedang diluar kota untuk berlibur atau menjalankan tugas dari kantor.

Hal pertama ketika kamu mendatangi faskes tingkat 1. Misalkan ke puskesmas, dokter pribadi atau klinik utama terdekat didaerah tersebut. Akan tetapi, kamu harus ingat bahwa hanya satu kali saja kamu dapat dilayani.

Baca Juga  8 Tips Yang Mudah Dan Bisa Kamu Coba Untuk Membayar BPJS Kesehatan

Untuk selanjutnya, kamu perlu datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat untuk mendapatkan surat pengantar pelayanan yang ada di daerah tersebut.

Perlu kamu ingat juga, apabila kamu mendapatkan penolakan dari layanan yang dikunjungi pertama, kamu bisa menunjukan surat pengantar layanan dari kantor cabang BPJS Kesehatan yang terdekat supaya bisa dilayani.

Cara memakai layanan BPJS Kesehatan untuk operasi

Ternyata prosedur operasi menggunakan BPJS Kesehatan tidaklah rumit. Pertama yang perlu kamu lakukan yaitu mengunjungi faskes yang sudah terdaftar menjadi peserta BPJS.

Jika dokter di faskes tersebut menyarankan kamu untuk melakukan operasi, dokter tersebut akan membuatkan surat rujukan ke rumah sakit.

Setelah itu, kamu perlu datang ke dokter dan menunjukan surat rujukannya. Lalu, dokter spesialis yang ada di rumah sakit akan memeriksa keadaan kondisi pasien dan akan mengatur jadwal operasi.

Ingat, apa bila pasien kondisinya dalam keadaan gawat darurat dan sudah berada di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD), dokter langsung melakukan tindakan operasi tidak harus mengatur jadwal sebelumnya.

Berikut ini beberapa syarat prosedur layanan BPJS yang ada di rumah sakit swasta untuk operasi, di antaranya:

  • Pasien harus membawa serta menunjukkan kartu BPJS Kesehatan dan Kartu Indonesia Sehat (KIS)
  • Membawa surat rujukan dari faskes.
  • Kartu pasien yang diberikan oleh rumah sakit setelah pasien mendaftarkan diri.

Demikian tadi, syarat untuk menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Untuk operasi di atas perlu kamu pahami sebelum datang ke rumah sakit. Hal seperti ini dilakukan supaya kamu terhindar dari penolakan dari pihak rumah sakit.

Sesudah mengetahui tata cara berobat dengan memakai BPJS ke rumah sakit dan berbagai faskes lainnya, sehingga kamu tidak perlu bolak-bolik pada saat mengurusi dokumen yang diperlukan.

Oya jangan lupa selalu rutin dalam membayar tagihan atau iuran BPJS supaya status keanggotaan atau peserta kamu bisa aktif terus. Semoga bermanfaat ulasan ini untuk kalian semua.